[ Sejarah Perjalanan IPPNU ]

Sambutan Pendiri IPPNU
Dra. Hj. Umroh M. Tolchah Mansoer
 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Saya menyambut dengan sangat gembira atas disusun dan diterbitkannya buku "Sejarah Perjalanan IPPNU" ini. Sebagai sebuah usaha awal, sudah pasti buku sejarah ini akan menjadi sumbangan yang sangat berharga bagi perjalanan IPPNU di masa-masa mendatang. Peristiwa masa lalu yang penuh dengan dinamika dan nafas perjuangan untuk ikut membesarkan nama Nahdlatul Ulama di kalangan generasi muda NU "tempo doeloe" tidaklah boleh dilupakan oleh generasi muda NU yang ada di masa kini, untuk kemudian menjadikan peristiwa masa lalu tersebut sebagai sebuah cerminan dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita yang telah diikrarkan oleh para pendahulunya, yakni mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang "Berilmu amaliah dan beramal ilmiah". 

Sebagai salah seorang pendiri IPPNU, saya merasakan bahwa usaha-usaha awal yang kami perjuangkan bersama rekan-rekan sebaya untuk mendirikan sebuah organisasi yang mewadahi intelektual muda NU di kalangan pelajar putri bukan tidak penuh tantangan. Gagasan untuk melahirkan IPPNU terjadi dalam diskusi-diskusi yang intensif dilakukan di kalangan pelajar putri NU ketika itu. Memahami NU dengan segala gerak langkahnya telah membuat kami, pelajar putri NU, tertantang untuk menanamkan semangat NU yang penuh dengan nilai-nilai toleransi di kalangan generasi mudanya dalam konteks kekaderan dan kepelajaran. Berkat semangat dan kegigihan, serta dorongan dari rekan-rekan pelajar putra NU (IPNU) yang telah lebih dulu berdiri, maka lahirlah IPPNU dengan semangat khas pelajar putri NU yang sarat dengan nilai Aswaja. 

Pasang surutnya perjalanan IPPNU hingga dewasa ini, yang disebabkan oleh tekanan-tekanan eksternal maupun persoalan internal, saya harapkan dapat menjadi bahan perenungan bagi putri-putri NU, baik dari kalangan sekolah umum, madrasah dan pesantren untuk senantiasa memaknai kembali "nafas" perjuangan IPPNU pada awal berdirinya. Setiap generasi, tentu memiliki ciri dan gaya yang berbeda dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan IPPNU. Namun, satu hal yang perlu diingat bahwa orientasi IPPNU dalam langkah perjuangannya berkaitan erat dengan aspek kekaderan dan kepelajaran yang dititikberatkan pada kesempurnaan moral dan kemajuan pendidikan, sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Oleh karena itu perlu kiranya dipikirkan kembali oleh pengurus dan anggota IPPNU di masa kini dan masa yang akan datang untuk membina kaum remaja Indonesia agar mereka dapat berperan secara aktif di masyarakat dengan mengedepankan  intelektualitas, moral yang tinggi, berbudaya toleransi dan anti kekerasan. Inilah,  saya kira yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Jika kaum mudanya telah terbekali dengan intelektualitas dan moral yang tinggi serta mengembangkan budaya toleransi dan anti kekerasan, niscaya kekhawatiran kami sebagai orang tua akan terjerumusnya mereka ke arah yang negatif akan sirna. 

Melalui halaman sambutan ini, saya kutipkan pesan kepada putri-putri NU: 
"Hanyalah satu yang setiap orang harapkan dari IPPNU, semoga tidak silau melihat intelektualisme dan berarti hal ini tidak melupakan dasar-dasar pokok agama, dan pula adalah kewajiban tiap mereka yang beragama Islam untuk memegang teguh ajaran itu, sebagai syuhada 'alannâs menjadi saksi, menjadi ukuran, menjadi kriterium. Bagaimanakah ukuran bisa benar, kalau alat pengukurnya juga ikut hanyut?" 

Akhirnya, saya berharap bahwa penulisan dan penerbitan buku ini menjadi titik awal untuk memenuhi kebutuhan menyejarahkan IPPNU. Semoga buku sejarah ini menjadi sumbangan intelektual yang sangat berharga dan bermanfaat bagi IPPNU khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamiththariq. 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
 

Jakarta, 12 Maret 2000 

Dra. Hj. Umroh M. Tolchah Mansoer

 

www.kmnu.org - Copyright © NU Mesir