BILIK-BILIK PESANTREN
Sebuah Potret Perjalanan
Dr.Nur Cholish Madjid
Biografi

Kalau kita mencari lembaga pendidikan yang indigenous, asli Indonesia dan berakar kuat dalam masyarakat tentu kita akan menempatkan pesantren di tangga teratas. Ironisnya lembaga yang dianggap "merakyat" ini ternyata masih diragukan kemampuannya dalam menjawab tantangan zaman, terutama ketika harus berhadapan dengan arus modernisasi. Untuk mengubah image yang agak miring ini tentunya memerlukan proses panjang dan usaha yang tidak begitu mudah. Karena ia dibentuk oleh perjulanan panjang perkembangan pesantren itu sendiri. 

Terbentuknya image tersebut juga tidak bisa kita lepaskan dari adanya kesenjangan antara dunia pesantren dengan dunia modern. Maka dalam buku ini Cak Nur mengajak dunia pesantren "membuka diri" dan "berbenah diri" untuk paling tidak memperkecil jarak kesenjangan tersebut. Namun, bagi dunia pesantren sendiri ternyata sangat dilematis. Di satu sisi dia harus banyak "beradaptasi" dengan dunia modern untuk mengejar ketinggalannya itu, namun di sisi lain dia juga harus mempertahankan "jiwa kepesantrenannya" agar fungsinya sebagai benteng moral bangsa dan ciri indigenous Indonesia tidak memudar. 

Meskipun hanya membidik satu interval dari perjalanan pesantren yang cukup panjang, buku ini tetap memiliki nilai lebih karena bahasannya yang cukup obyektif dan mewakili zamannya. Satu bahasan yang selain memberikan bahan perbandingan tentang perkembangan pesantren -- yaitu perbandingan antara kondisi pesantren tahun 70-an dengan kondisi pesantren yang bisa kita lihat sekarang ini -- juga menjadi stimulus bagi munculnya solusi-solusi yang diperlukan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman. 

PARAMADINA
ISBN: 979-8320-21-9 

Daftar isi


www.kmnu.org - Copyright © KMNU Cairo - Egypt